sinergi software erp

Stok yang terlalu sedikit dapat menyebabkan perusahaan kehilangan peluang penjualan.

Sebaliknya, stok yang terlalu banyak dapat meningkatkan biaya penyimpanan dan membuat modal tertahan di inventory.

Masalah menjadi semakin kompleks ketika perusahaan memiliki:

  • ribuan item

  • beberapa warehouse

  • banyak transaksi pembelian

  • banyak transaksi penjualan

  • transfer antar gudang

  • proses produksi

  • barang retur

  • stock adjustment

  • banyak user yang melakukan transaksi

Pada kondisi tersebut, pengelolaan inventory menggunakan spreadsheet atau pencatatan terpisah akan semakin sulit.

Perusahaan membutuhkan sistem yang dapat membantu mengetahui:

  • stok tersedia saat ini

  • barang berada di warehouse mana

  • jumlah barang masuk dan keluar

  • barang yang sudah dialokasikan

  • histori transaksi item

  • nilai persediaan

  • barang yang perlu dibeli kembali

  • selisih antara stok sistem dan stok fisik

Salah satu solusi yang dapat digunakan adalah Inventory Management dalam sistem ERP.


Apa Itu Inventory Management?

Inventory Management adalah proses untuk mengelola persediaan barang perusahaan mulai dari barang masuk, penyimpanan, perpindahan, penggunaan, hingga barang keluar.

Inventory dapat berupa:

  • raw material

  • spare part

  • finished goods

  • semi-finished goods

  • barang dagangan

  • consumable

  • packaging material

Tujuan utama inventory management adalah memastikan perusahaan memiliki jumlah barang yang sesuai dengan kebutuhan operasional.

Tidak terlalu sedikit.

Tidak terlalu banyak.

Dan yang paling penting, data inventory harus sesuai dengan kondisi aktual.


Mengapa Inventory Management Penting?

Inventory memiliki hubungan langsung dengan berbagai proses bisnis.

Contohnya:

Purchasing membutuhkan informasi stok untuk menentukan kebutuhan pembelian.

Sales membutuhkan informasi ketersediaan barang sebelum menerima pesanan customer.

Warehouse membutuhkan informasi lokasi dan jumlah barang.

Production membutuhkan material untuk menjalankan proses produksi.

Finance dan Accounting membutuhkan informasi nilai persediaan.

Management membutuhkan informasi inventory untuk mengambil keputusan.

Jika data stok tidak akurat, masalah dapat menyebar ke berbagai departemen.


Masalah Inventory yang Sering Terjadi di Perusahaan

1. Data Stok Berbeda dengan Kondisi Fisik

Sistem menunjukkan stok:

100 unit.

Namun ketika warehouse melakukan pengecekan, barang yang tersedia hanya:

85 unit.

Selisih seperti ini dapat terjadi karena:

  • transaksi barang keluar belum dicatat

  • barang retur belum masuk sistem

  • transfer antar warehouse belum diproses

  • salah input quantity

  • barang rusak belum disesuaikan

  • transaksi manual tidak terdokumentasi

Semakin banyak transaksi, semakin sulit melakukan kontrol tanpa sistem yang terintegrasi.


2. Stockout Saat Barang Dibutuhkan

Stockout terjadi ketika barang yang dibutuhkan tidak tersedia.

Contohnya:

Sales mendapatkan pesanan customer untuk 500 unit.

Namun warehouse hanya memiliki 300 unit.

Akibatnya, perusahaan harus:

  • menunda pengiriman

  • melakukan pembelian mendadak

  • memproduksi tambahan

  • atau kehilangan penjualan

Inventory Management membantu perusahaan mengetahui ketersediaan stok lebih awal.


3. Overstock

Kebalikan dari stockout adalah overstock.

Perusahaan membeli terlalu banyak barang dibandingkan kebutuhan aktual.

Akibatnya:

  • modal tertahan

  • warehouse penuh

  • biaya penyimpanan meningkat

  • risiko barang rusak meningkat

  • risiko barang obsolete meningkat

Karena itu, perusahaan perlu mengontrol jumlah inventory berdasarkan kebutuhan operasional.


Bagaimana Inventory Management Bekerja di ERP?

Dalam ERP, inventory tidak berdiri sendiri.

Inventory terhubung dengan berbagai transaksi.

Contohnya:

Purchasing

↓

Goods Receipt

↓

Inventory Bertambah

Kemudian:

Sales Order

↓

Delivery Order

↓

Inventory Berkurang

Pada perusahaan manufaktur:

Raw Material

↓

Production

↓

Finished Goods

Setiap transaksi akan memengaruhi jumlah atau nilai persediaan berdasarkan konfigurasi perusahaan.


Contoh Alur Inventory dari Purchasing

Misalnya perusahaan membeli:

100 unit Bearing 6205

Purchase Order dibuat sebanyak:

100 unit.

Supplier mengirim barang.

Warehouse menerima barang dan membuat Goods Receipt.

Setelah transaksi diposting:

Inventory Bearing 6205 bertambah:

+100 unit

Dengan sistem ERP, stok tidak perlu diperbarui menggunakan spreadsheet secara terpisah.


Contoh Alur Inventory dari Sales

Perusahaan memiliki stok:

500 unit Produk A

Customer membeli:

100 unit

Warehouse melakukan pengiriman melalui Delivery Order.

Setelah transaksi diproses:

Stok awal:

500 unit

Barang keluar:

100 unit

Stok akhir:

400 unit

Data sales dan inventory menggunakan transaksi yang sama.


Apa Itu Stock On Hand?

Stock On Hand adalah jumlah stok fisik yang secara sistem tercatat tersedia di warehouse.

Contohnya:

Produk A:

Stock On Hand = 500 unit.

Namun, Stock On Hand belum tentu sama dengan stok yang benar-benar bebas digunakan.

Mengapa?

Karena sebagian stok mungkin sudah dialokasikan untuk transaksi tertentu.


Apa Itu Available Stock?

Available Stock adalah jumlah barang yang masih tersedia setelah mempertimbangkan alokasi atau kebutuhan tertentu.

Contoh:

Stock On Hand:

500 unit

Allocated untuk Sales Order:

150 unit

Maka available stock:

350 unit

Informasi seperti ini penting agar sales tidak menjanjikan stok yang sebenarnya sudah dialokasikan untuk customer lain.


Apa Itu Reserved Stock?

Reserved Stock merupakan stok yang sudah dicadangkan untuk transaksi tertentu.

Contohnya:

Customer A memesan:

100 unit.

Barang belum dikirim.

Tetapi perusahaan sudah melakukan reservasi.

Artinya, 100 unit tersebut sebaiknya tidak digunakan untuk order lainnya.

ERP dapat membantu membedakan antara:

Stock fisik

dan

Stock yang benar-benar tersedia untuk transaksi baru.


Apa Itu Multi-Warehouse?

Banyak perusahaan memiliki lebih dari satu gudang.

Contohnya:

  • Main Warehouse

  • Raw Material Warehouse

  • Finished Goods Warehouse

  • Spare Part Warehouse

  • Jakarta Warehouse

  • Surabaya Warehouse

Jika setiap warehouse menggunakan spreadsheet sendiri, perusahaan akan kesulitan mengetahui total stok secara keseluruhan.

ERP membantu perusahaan melihat stok berdasarkan warehouse.

Contohnya:

WarehouseProduk A
Jakarta500
Surabaya300
Bandung200
Total1.000

Dengan informasi tersebut, perusahaan dapat mengetahui lokasi barang secara lebih jelas.


Apa Itu Transfer Antar Warehouse?

Barang dapat dipindahkan dari satu warehouse ke warehouse lain.

Contohnya:

Warehouse Jakarta memiliki:

1.000 unit.

Warehouse Surabaya memiliki:

50 unit.

Karena Surabaya membutuhkan tambahan stok, perusahaan melakukan transfer:

200 unit dari Jakarta ke Surabaya.

Alurnya:

Transfer Request

↓

Goods Issue Jakarta

↓

Goods Receipt Surabaya

Setelah transaksi selesai:

Jakarta:

800 unit

Surabaya:

250 unit

Dengan sistem terintegrasi, perpindahan barang dapat terdokumentasi dengan lebih baik.


Mengapa Transfer Warehouse Perlu Dicatat?

Tanpa pencatatan transfer, perusahaan dapat mengalami kondisi seperti:

Warehouse A merasa sudah mengirim barang.

Warehouse B merasa belum menerima barang.

Accounting melihat stok masih berada di Warehouse A.

Akhirnya muncul selisih data.

Dengan proses transfer yang jelas, perusahaan dapat mengetahui:

  • siapa yang mengirim

  • kapan barang dikirim

  • berapa jumlahnya

  • barang berasal dari warehouse mana

  • barang diterima di warehouse mana

  • status transfer


Apa Itu Stock Movement?

Stock Movement adalah seluruh aktivitas yang menyebabkan perubahan atau perpindahan inventory.

Contohnya:

  • goods receipt

  • goods issue

  • sales delivery

  • purchase receipt

  • warehouse transfer

  • production issue

  • production receipt

  • return

  • stock adjustment

Setiap pergerakan barang sebaiknya memiliki dokumen transaksi.

Hal ini penting untuk audit trail.


Apa Itu Inventory History?

Inventory History menunjukkan histori transaksi suatu item.

Contohnya:

Item: Bearing 6205

1 Oktober
Purchase Receipt +100

3 Oktober
Maintenance Issue -5

5 Oktober
Transfer Jakarta → Surabaya -20

7 Oktober
Supplier Return -2

Current Stock:

73 unit.

Dengan histori seperti ini, user dapat memahami bagaimana stok berubah dari waktu ke waktu.


Mengapa Inventory History Penting?

Ketika terjadi selisih stok, tim warehouse dapat menelusuri transaksi.

Misalnya sistem menunjukkan:

50 unit.

Tetapi fisik hanya:

45 unit.

Warehouse dapat melihat histori transaksi dan mencari apakah ada transaksi yang belum tercatat atau terjadi kesalahan quantity.


Apa Itu Stock Adjustment?

Stock Adjustment digunakan untuk menyesuaikan stok sistem dengan kondisi tertentu.

Contohnya:

Stok sistem:

100 unit

Hasil stock opname:

98 unit

Terdapat selisih:

-2 unit

Setelah dilakukan pengecekan dan approval, perusahaan dapat membuat stock adjustment.

Namun, adjustment sebaiknya tidak digunakan sebagai solusi rutin untuk setiap selisih.

Jika adjustment terlalu sering terjadi, perusahaan perlu mencari penyebab utama ketidaksesuaian stok.


Apa Itu Stock Opname?

Stock Opname adalah proses menghitung persediaan fisik dan membandingkannya dengan data sistem.

Tujuannya untuk memastikan:

Physical Stock = System Stock

Contohnya:

ItemSistemFisikSelisih
Item A1001000
Item B8078-2
Item C5051+1

Jika terdapat selisih, perusahaan perlu melakukan investigasi.


Mengapa Stock Opname Tetap Dibutuhkan Jika Sudah Menggunakan ERP?

ERP membantu menjaga transaksi lebih terstruktur.

Namun, kondisi fisik tetap perlu diperiksa.

Selisih masih dapat terjadi akibat:

  • human error

  • barang rusak

  • barang hilang

  • salah quantity

  • transaksi tidak diposting

  • kesalahan proses

Karena itu, physical inventory tetap merupakan bagian penting dari kontrol persediaan.


Apa Itu Minimum Stock?

Minimum Stock adalah batas minimum inventory yang ingin dipertahankan perusahaan.

Contohnya:

Bearing 6205

Minimum Stock:

20 unit.

Jika stok mulai mendekati atau melewati batas tersebut, perusahaan dapat mempertimbangkan pembelian kembali.

Konsep ini membantu mengurangi risiko stockout.


Apa Itu Reorder Point?

Reorder Point adalah level inventory yang menjadi sinyal bahwa perusahaan perlu melakukan pemesanan kembali.

Secara sederhana, reorder point dapat mempertimbangkan:

  • rata-rata pemakaian

  • lead time supplier

  • safety stock

Contohnya:

Barang digunakan:

10 unit per hari.

Lead time supplier:

5 hari.

Perusahaan juga memiliki safety stock.

Maka pembelian perlu direncanakan sebelum stok benar-benar habis.

ERP membantu menyediakan data transaksi yang dapat digunakan untuk analisis kebutuhan tersebut.


Apa Itu Safety Stock?

Safety Stock adalah stok tambahan yang disimpan untuk menghadapi ketidakpastian.

Contohnya:

  • supplier terlambat

  • permintaan meningkat

  • produksi membutuhkan lebih banyak material

  • pengiriman tertunda

Tanpa safety stock, perubahan kecil pada supply atau demand dapat menyebabkan stockout.

Namun, safety stock terlalu besar juga dapat meningkatkan inventory cost.

Karena itu, jumlahnya perlu dihitung berdasarkan kebutuhan perusahaan.


Inventory dan Purchasing

Inventory memiliki hubungan langsung dengan purchasing.

Jika stok suatu material rendah, purchasing perlu mengetahui kebutuhan barang.

Alurnya dapat berupa:

Inventory Requirement

↓

Purchase Request

↓

Purchase Order

↓

Goods Receipt

↓

Inventory

Dengan sistem terintegrasi, purchasing tidak hanya mengandalkan permintaan manual dari warehouse.

Data inventory dapat menjadi salah satu dasar perencanaan pembelian.


Inventory dan Sales

Sales juga membutuhkan informasi inventory.

Sebelum menerima order, sales perlu mengetahui:

  • stok tersedia

  • stok yang sudah dialokasikan

  • lokasi stok

  • kemungkinan kebutuhan replenishment

Tanpa data inventory yang akurat, sales berisiko menjanjikan barang yang sebenarnya belum tersedia.


Inventory dan Production

Pada perusahaan manufaktur, inventory merupakan bagian yang sangat penting.

Produksi membutuhkan:

Raw Material

Setelah proses berjalan, material dapat menjadi:

Work in Process

Kemudian berubah menjadi:

Finished Goods

Contohnya:

Raw Material:

  • Material A

  • Material B

  • Packaging

Masuk ke production.

Setelah proses selesai:

Finished Product X bertambah.

ERP membantu menjaga hubungan antara penggunaan material dan hasil produksi.


Inventory dan Accounting

Inventory juga memiliki nilai accounting.

Contohnya:

Perusahaan membeli barang:

Rp100 juta.

Inventory bertambah.

Secara accounting dapat terbentuk:

Debit Inventory

Credit Account Payable

Ketika barang dijual, nilai persediaan berkurang dan dapat menjadi Cost of Goods Sold.

Contoh:

Debit Cost of Goods Sold

Credit Inventory

Dengan integrasi ERP, transaksi inventory dan accounting dapat menggunakan data yang saling terkait.


Apa Itu Inventory Valuation?

Inventory Valuation merupakan proses menentukan nilai persediaan.

Perusahaan dapat menggunakan metode sesuai kebijakan accounting yang berlaku.

Contohnya:

  • FIFO

  • Average

  • metode lain sesuai kebutuhan dan kebijakan perusahaan

Metode valuation memengaruhi nilai persediaan dan Cost of Goods Sold.

Karena itu, konfigurasi inventory harus disesuaikan dengan kebijakan accounting perusahaan.


Mengapa Akurasi Inventory Penting untuk Laporan Keuangan?

Inventory merupakan bagian dari aset perusahaan.

Jika nilai stok salah, laporan keuangan juga dapat terpengaruh.

Contohnya:

Sistem mencatat persediaan senilai:

Rp5 miliar.

Padahal nilai sebenarnya:

Rp4,5 miliar.

Terdapat selisih:

Rp500 juta.

Kesalahan tersebut dapat memengaruhi:

  • nilai aset

  • COGS

  • profit

  • laporan keuangan

Karena itu, inventory bukan hanya tanggung jawab warehouse.

Finance dan accounting juga berkepentingan terhadap akurasi data persediaan.


Apa Itu Batch dan Lot Tracking?

Beberapa industri membutuhkan pelacakan barang berdasarkan batch atau lot.

Contohnya:

  • makanan

  • farmasi

  • chemical

  • FMCG

  • laboratory material

Setiap penerimaan barang dapat memiliki batch berbeda.

Dengan batch tracking, perusahaan dapat mengetahui:

  • batch number

  • tanggal penerimaan

  • supplier

  • quantity

  • lokasi

  • histori penggunaan

Kebutuhan batch tracking bergantung pada jenis industri dan sistem yang digunakan perusahaan.


Apa Itu Serial Number Tracking?

Untuk barang tertentu, perusahaan perlu melacak setiap unit secara individual.

Contohnya:

  • laptop

  • mesin

  • electronic equipment

  • device

  • equipment bernilai tinggi

Serial number membantu perusahaan mengetahui unit mana yang:

  • dibeli

  • disimpan

  • dikirim

  • dipindahkan

  • digunakan

Ini berbeda dengan batch tracking yang biasanya melacak kelompok barang.


Inventory dan Return

Barang dapat mengalami retur.

Customer Return

Barang yang sebelumnya dikirim kepada customer dikembalikan.

Inventory dapat bertambah kembali setelah proses retur sesuai kondisi transaksi.

Supplier Return

Barang yang diterima dari supplier dikembalikan.

Inventory dapat berkurang.

Setiap retur sebaiknya memiliki referensi ke transaksi sebelumnya agar histori tetap jelas.


Inventory dan Barang Rusak

Barang rusak sebaiknya tidak selalu dianggap sebagai stok yang dapat dijual.

Perusahaan dapat memiliki status atau lokasi berbeda untuk barang seperti:

  • damaged

  • quarantine

  • rejected

  • expired

Dengan pengelolaan yang baik, sales tidak akan menggunakan stok yang sebenarnya sudah tidak layak digunakan.


Masalah Jika Inventory Masih Menggunakan Excel

Data Tidak Real-Time

User harus memperbarui file secara manual.


Banyak Versi File

Sales memiliki file sendiri.

Warehouse memiliki file sendiri.

Purchasing memiliki file sendiri.

Akibatnya, angka stok dapat berbeda.


Sulit Mengontrol Multi-Warehouse

Perusahaan harus menggabungkan data dari banyak lokasi.


Histori Transaksi Sulit Ditelusuri

Tidak jelas siapa yang mengubah jumlah stok.


Risiko Double Input

Transaksi harus dimasukkan ke beberapa file.


Reporting Lambat

Manajemen harus menunggu rekap data terlebih dahulu.


Bagaimana ERP Membantu Inventory Management?

Database Terpusat

Data inventory disimpan dalam satu sistem.


Stock Movement Terdokumentasi

Barang masuk, keluar, transfer, dan adjustment memiliki histori.


Multi-Warehouse

Stok dapat dilihat berdasarkan warehouse atau lokasi.


Integrasi Purchasing

Penerimaan pembelian menambah inventory.


Integrasi Sales

Pengiriman penjualan mengurangi inventory.


Integrasi Production

Material issue dan production receipt dapat memengaruhi stok.


Integrasi Accounting

Nilai inventory dapat terhubung dengan General Ledger.


Reporting

Perusahaan dapat menggunakan data inventory untuk analisis operasional.


KPI yang Penting dalam Inventory Management

Inventory Accuracy

Mengukur kesesuaian stok sistem dengan kondisi fisik.


Stockout Rate

Menunjukkan seberapa sering perusahaan kehabisan barang.


Inventory Turnover

Membantu melihat seberapa cepat inventory bergerak dalam suatu periode.


Slow Moving Inventory

Menunjukkan barang yang pergerakannya rendah.


Dead Stock

Barang yang sudah lama tidak bergerak dan berpotensi tidak lagi digunakan atau dijual.


Inventory Value

Menunjukkan nilai total persediaan perusahaan.


Apa Itu Slow Moving dan Dead Stock?

Tidak semua inventory memiliki pergerakan yang sama.

Fast Moving

Barang sering keluar.

Slow Moving

Barang jarang bergerak.

Dead Stock

Barang tidak bergerak dalam periode yang cukup lama.

Informasi ini penting karena inventory yang tidak bergerak tetap menggunakan:

  • ruang warehouse

  • modal

  • biaya penyimpanan

Perusahaan perlu mengevaluasi barang dengan pergerakan rendah secara rutin.


Contoh Alur Inventory End-to-End

Bayangkan perusahaan distributor membeli produk kemudian menjualnya kembali.

1. Purchase Order

Purchasing memesan 1.000 unit.

2. Goods Receipt

Warehouse menerima 1.000 unit.

3. Inventory

Stock bertambah menjadi 1.000.

4. Sales Order

Customer memesan 300 unit.

5. Allocation

300 unit dialokasikan.

6. Delivery Order

Warehouse mengirim 300 unit.

7. Inventory

Stock menjadi 700 unit.

8. Accounting

Nilai inventory dan Cost of Goods Sold diperbarui berdasarkan transaksi.

Satu proses transaksi menghasilkan informasi yang dapat digunakan oleh banyak departemen.


Inventory Management dalam Venus ERP

Venus ERP membantu perusahaan mengelola persediaan dan menghubungkannya dengan proses bisnis lainnya.

Pengelolaan dapat mencakup:

Master Item

Kelola informasi item dan kategori barang.

Inventory Transaction

Kelola berbagai transaksi pergerakan inventory.

Goods Receipt

Catat barang yang diterima.

Goods Issue

Catat barang yang keluar.

Warehouse Management

Kelola inventory berdasarkan warehouse atau lokasi operasional.

Stock Transfer

Catat perpindahan barang antar warehouse.

Inventory History

Telusuri histori transaksi setiap item.

Stock Adjustment

Kelola penyesuaian stok dengan proses yang terkontrol.

Purchasing Integration

Hubungkan inventory dengan transaksi pembelian.

Sales Integration

Hubungkan inventory dengan transaksi penjualan.

Accounting Integration

Hubungkan nilai persediaan dengan proses accounting.


Inventory Bukan Hanya Urusan Warehouse

Inventory sebenarnya melibatkan banyak bagian perusahaan.

Sales membutuhkan informasi stok untuk memenuhi order customer.

Purchasing membutuhkan informasi stok untuk merencanakan pembelian.

Warehouse mengelola penerimaan, penyimpanan, dan pengeluaran barang.

Production membutuhkan material untuk produksi.

Finance perlu mengetahui nilai inventory.

Accounting membutuhkan informasi persediaan untuk General Ledger.

Management membutuhkan informasi stok untuk pengambilan keputusan.

Karena itu, inventory akan lebih efektif jika menjadi bagian dari sistem bisnis yang terintegrasi.


Kapan Perusahaan Perlu Menggunakan Inventory ERP?

Perusahaan dapat mulai mempertimbangkan sistem inventory terintegrasi ketika:

  • jumlah item semakin banyak

  • memiliki lebih dari satu warehouse

  • stok sistem sering berbeda dengan fisik

  • sering terjadi stockout

  • inventory terlalu besar

  • transfer barang sulit ditelusuri

  • purchasing tidak mengetahui kebutuhan stok

  • sales tidak mengetahui available stock

  • stock opname membutuhkan waktu lama

  • laporan inventory masih dibuat manual

  • data stok tersebar di banyak spreadsheet

Semakin besar jumlah transaksi, semakin penting akurasi dan integrasi inventory.


Kesimpulan

Inventory Management merupakan salah satu bagian penting dalam operasional perusahaan.

Perusahaan perlu mengetahui tidak hanya berapa jumlah stok, tetapi juga:

  • barang berada di mana

  • bagaimana pergerakannya

  • berapa jumlah yang tersedia

  • berapa yang sudah dialokasikan

  • kapan perlu melakukan pembelian

  • bagaimana histori barang

  • berapa nilai inventory

  • apakah stok sistem sesuai dengan stok fisik

Jika pengelolaan inventory masih menggunakan banyak spreadsheet dan sistem terpisah, risiko ketidaksesuaian data akan meningkat seiring pertumbuhan transaksi.

Dengan ERP, inventory dapat diintegrasikan dengan purchasing, sales, warehouse, production, finance, dan accounting.

Hal ini membantu perusahaan mendapatkan informasi stok yang lebih terstruktur dan mengurangi double input antar departemen.

Kelola Inventory Secara Terintegrasi dengan Venus ERP

Jika perusahaan Anda masih kesulitan mengontrol stok, multi-warehouse, transfer barang, dan histori inventory menggunakan proses manual, Venus ERP dapat membantu membangun proses yang lebih terintegrasi.

Venus ERP membantu menghubungkan Inventory, Warehouse, Purchasing, Sales, Finance, dan Accounting dalam satu sistem.

Hubungi PT Sinergi Teknologi Solusindo untuk konsultasi dan demo Venus ERP sesuai kebutuhan perusahaan Anda.

venus erp

Penawaran Terbaik Venus ERP

Hubungi kami untuk penawaran terbaik dan dapatkan gratis demo dan konsultasi!
Baca artikel lainnya :